Carladavisdesigns – Angkasa Pura II mendukung penataan RGO303 bandara internasional

Carladavisdesigns – Direktur Penting RGO303 Angkasa Pura II Agus Wialdi berkata grupnya mensupport penyusunan lapangan terbang global lewat Ketetapan Menteri No 31 Tahun 2024 mengenai Penentuan Bos Hawa Global sebab ditaksir bisa menguatkan zona penerbangan nasional.

“ PT Angkasa Pura II, pengelola 20 lapangan terbang di Indonesia, mensupport penyusunan lapangan terbang oleh Departemen Perhubungan,” tutur Agus dalam penjelasan di Jakarta, Senin.

Ia mengatakan 17 lapangan terbang yang diresmikan Departemen Perhubungan selaku lapangan terbang global, hendak jadi hub( pengumpul) penerbangan global. Setelah itu, bandara- bandara global itu terkoneksi jaringan penerbangan dalam negeri dengan bandara- bandara lain di dalam negara.

Bagi Agus dengan penyusunan yang dicoba Departemen Perhubungan itu hendak terus menjadi menguatkan konektivitas penerbangan Indonesia.

Lebih lanjut Agus berkata, AP II selaku pengelola 20 lapangan terbang hendak fokus meningkatkan arah penerbangan berintegrasi antara arah global serta arah dalam negeri cocok dengan Kilometer 31 atau 2024 serta senantiasa mengutamakan pandangan keamanan, keamanan, jasa dan pelampiasan semua regulasi.

“ Penyusunan lapangan terbang ini berakibat positif, di mana arah penerbangan di Indonesia terus menjadi teratur yang setelah itu pula hendak mendesak perkembangan pariwisata dalam negeri serta perekonomian nasional,” ucap Agus.

Agus meningkatkan 7 Lapangan terbang AP II yang masuk catatan Global, ialah Bos Hawa Baginda Iskandar Belia, Kualanamu, Minangkabau, Baginda Syarif Kasim II, Soekarno- Hatta, Halim Perdanakusuma, serta Bos Hawa Kertajati.

“ Searah dengan ini, AP II serta kongsi berkoordinasi dalam pengembangan arah penerbangan cocok Ketetapan Menteri No 31 Tahun 2024 itu,” tutur Agus.

Lebih dahulu, Departemen Perhubungan( Kemenhub) sudah menerbitkan Ketetapan Menteri No 31 Tahun 2024( Kilometer 31 atau 2004) mengenai Penentuan Bos Hawa Global pada bertepatan pada 2 April 2024. Kilometer itu memutuskan 17 bos hawa di Indonesia yang berkedudukan selaku lapangan terbang global, dari awal 34 lapangan terbang global.

“ Tujuan penentuan ini dengan cara biasa merupakan buat bisa mendesak zona penerbangan nasional yang luang terperosok dikala endemi COVID- 19. Ketetapan ini pula sudah diulas bersama Departemen serta Badan terpaut di dasar koordinasi Departemen Ketua Aspek Bahari serta Pemodalan,” tutur Ahli Ucapan Departemen Perhubungan Adita Irawati di Jakarta, Jumat( 26 atau 4).

Walaupun 17 lapangan terbang global sudah diresmikan, lapangan terbang yang status penggunaannya selaku bos hawa dalam negeri pada prinsipnya senantiasa bisa melayani penerbangan luar negara buat kebutuhan khusus dengan cara temporer( sedangkan).

Perihal itu sehabis memperoleh penentuan oleh Menteri Perhubungan cocok dengan Peraturan Menteri Perhubungan No PM 40 Tahun 2023 mengenai Pergantian Atas Peraturan Menteri Perhubungan No PM 39 Tahun 2019 mengenai Aturan Kebandarudaraan Nasional.

“ Ialah buat aktivitas khusus mencakup kenegaraan; aktivitas ataupun kegiatan yang bertabiat global; embarkasi serta debarkasi haji; mendukung perkembangan ekonomi nasional, semacam pabrik pariwisata serta perdagangan; ataupun penindakan musibah,” nyata Adita.

Adita merinci 17 lapangan terbang rtp rgo303 slot yang diresmikan selaku lapangan terbang global ialah:

  1. Lapangan terbang Baginda Iskandar Belia, Aceh Besar, Aceh
  2. Lapangan terbang Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara
  3. Lapangan terbang Minangkabau, Padang Pariaman, Sumatra Barat
  4. Lapangan terbang Baginda Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau
  5. Lapangan terbang Hang Nadim, Banten, Kepulauan Riau
  6. Lapangan terbang Soekarno- Hatta, Tangerang, Banten
  7. Lapangan terbang Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, DKI Jakarta
  8. Lapangan terbang Kertajati, Majalengka, Jawa Barat
  9. Lapangan terbang Kulonprogo, Kulonprogo, Wilayah Eksklusif Yogyakarta
  10. Lapangan terbang Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur
  11. Lapangan terbang I Baginda Ngurah Rai, Bandel, Bali
  12. Lapangan terbang Zainuddin Abdul Madjid, Lombok Tengah, NTB
  13. Lapangan terbang Baginda Aji Muhammad Sulaiman, Balikpapan, Kalimantan Timur
  14. Lapangan terbang Baginda Hasanuddin, Maros, Sulawesi Selatan
  15. Lapangan terbang Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara
  16. Lapangan terbang Sentani, Jayapura, Papua
  17. Lapangan terbang Komodo, Labuan Bajo, NTT.

Anda mungkin juga suka...

Artikel Populer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *